Tampilkan postingan dengan label Critical Thinking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Critical Thinking. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2008

Ketrampilan Berpikir Kritis : Bias



Untuk mengurangi bias, beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. Jangan tanyakan “Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?”, tapi tanyakanlah “Apa artinya ini?”

Jangan lakukan penilaian terlalu dini pada tahap pengumpulan informasi.
Anda harus sadar terhadap kekurangan anda sendiri dan orang lain dengan cara:
menerima bahwa setiap orang memiliki pemihakan di bawah sadar (pemihakan secara refleks) bersikap tanpa ego membuang pendapat semula anda jauh-jauh sadar bahwa setiap orang memiliki kelemahan masing-masing Gunakan metoda sokratis untuk mengevaluasi sebuah argumen dengan menanyakan pertanyaan terbuka. Sebagai contoh adalah:

Apa yang anda maksud dengan __________?
Bagaimana anda dapat berkesimpulan begitu?
Mengapa anda berpendapat bahwa itu adalah benar?
Dimana anda mendapatkan informasi tersebut?
Apa yang terjadi jika anda ternyata salah?
Dapatkah anda memberikan dua buah sumber yang tidak setuju dengan anda dan jelaskan mengapa?
Mengapa hal ini penting?
Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa anda mengatakan yang sebenarnya?
Apa penjelasan alternatif dari fenomena ini?

Ketrampilan Berpikir Kritis : Definisi


Berpikir kritis (critical thinking)adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi.

Langkah-langkah umum di dalam berpikir kritis adalah :

Langkah 1 : Buatlah daftar pendapat dan kumpulkan argumentasi yang mendukung setiap pendapat tersebut. Pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimat-kalimat pendukungnya dan carilah implikasi dari kalimat-kalimat ini.
Carilah kontradiksi pada kalimat-kalimat dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah 2.

langkah 2: Dari argumen-argumen yang anda dapatkan, susunlah berdasarkan argumen-argumen yang saling bertentangan dan beri bobot untuk argumen-argumen tersebut
Tambahkan bobot jika sebuah klaim memiliki dukungan yang kuat, terutama jika memiliki alasan-alasan yang kuat. Kurangi bobot jika ada klaim yang memiliki kontradiksi.
Ubahlah bobot tergantung dari relevansi dari informasi terhadap isu yang dibicarakan
Klaim yang besar membutuhkan bukti yang besar pula, jika sebuah klaim besar tidak memiliki bukti yang cukup, abaikan klaim ini dalam membentuk opini anda.
Tinjaulah bobot dari setiap klaim Opini yang memiliki bukti yang terkuat kemungkinan besar adalah benar Mind map adalah alat yang efektif untuk mengevaluasi informasi ini. Pada tahap-tahap akhir, bobot numerik dapat diberikan pada cabang-cabang Mind map Tentunya berpikir kritis tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. Pertama, ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau informasi tersebut mungkin tidak akan dapat ditemukan. Kedua, pemihakan (bias) dari seseorang dapat saja menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif.