Rabu, 06 Februari 2008

Pengembangan Kurikulum



Dalam pelaksanaan pendidikan dibutuhkan kurikulum sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran. Agar tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat tercapai sebagaimana mestinya. Berkembangnya pendidikan tidak terlepas dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum.

Namun terkadang munculnya peraturan Undang-undang kurikulum yang baru dalam waktu yang singkat membuat pelaksanaan kurikulum dalam pendidikan terhambat, karena terlalu cepat kurikulum tersebut dirubah. Selain itu munculnya peraturan perundang-undangan yang baru mempunyai implikasi terhadap paradigma baru dalam proses pelaksanaan ataupun pengembangan kurikulum sehingga kemampuan kompetensi multidimensional dibutuhkan oleh generasi muda dan peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum dimasa yang akan datang. Pengembangan kurikulum saat ini sangat diperlukan untuk perkembangan kurikulum pada masa yang akan datang, sehingga pengembangan kurikulum harus mampu mengatisipasi segala persoalan yang dihadapi masa sekarang dan masa yang akan datang.

Selasa, 05 Februari 2008

Teacher Matters


In a world where education matters more than it ever has before, parents and policymakers alike are asking how to find the extraordinary teachers who can help all children acquire the increasingly complex knowledge and skills they need. As the social and economic demands for education grow, so do expectation of teachers' kjowledge and skills. Teachers must be able to succeed with a wider range of learners than they were expected to teach in a time when school success was not essential for employment and participation in society. Teachers are also beeing asked to achieve goals for all children, not just the 10-20 percent traditionally siphoned off into gifted and talented programs or honors cources. Furthermore, students have more extensive needs: as education becomes more important to life success and schools both expand the range of students they educate and include more of them in "regular" classroom, teachers encounter more students with learning differences and disabilities; with language learning needs; and with difficult family circumstances, from acute poverty, homelessness, unemployment, and lack of medical care to violance, abuse, and abandonment. Teachers in many community need to work as professors of disciplinary content, facilitator of individual learning, assessors and diagnosticians, counselor, social workers, and community resources managers.

Senin, 04 Februari 2008

Holistic Education


The Holistic Education is about connections. Holistic education attempts to bring education into alignment with the fundamental realities of nature. Nature at its core is interrelated and dynamic such as in the atom, organic systems, the biosphere, and the universe itself. Holistic education can be conceived using different frameworks and metaphors. Holistic education also involves exploring and making connections. The focus of holistic education is on relationship between mind and body, the relationship among various domain of knowledge, the relationship between the individual and community, the relationship to the earth, and the relationship between self and self. In the holistic education the student examines these relationship so that he or she gains both an awareness of them and the skills necessary to transform the relationship where it is appropriate.

Sabtu, 02 Februari 2008

Business in The Digital Age



Business invest in information technology and electronic commerce to increase productivity, cut cost and enhance customers service. Consumers shop on the internet because they find their choices dramatically increased. They have access to much more information when making purchasing decision. Busy consumers can save time and find shopping more convenient as merchant serve their needs individually. Better information and greater selection, combined with lower operating costs for many internet business may, in turn, drive reductions in prices or improvements in quality.

Jumat, 01 Februari 2008

Performance Appraisal



Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) merupakan bagian dari suatu fenomena yang ada pada semua jenis perusahaan ataupun unit kerja. Penilaian kinerja akan mengarahkan suatu perusahaan atau unit kerja pada suatu penilaian atas sistem kerja ataupun individu karyawan. Penilaian kinerja pada saat ini merupakan hal penting di dalam suatu sistem pengelolaan (management) perusahaan di dalam melakukan suatu evaluasi dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi yang diimbangi dengan peningkatan performa personal yang terkait.

Metode penilaian kinerja yang tradisional digunakan untuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah gaji atau honor seorang karyawan. Besar kecilnya gaji atau honor karyawan pada penilaian kinerja tradisonal ini sangat terkait dengan tinggi rendahnya kinerja yang ditampilkan.

Metode penilaian modern lebih terstruktur dan terjadinya interaksi secara formal antara karyawan (sebagai bawahan) dan atasan yang biasanya dilandasi dengan indikator yang tertulis dalam suatu format khusus penilaian dan dilakukan secara terencana dengan periodisasi penilaian yang jelas. Pada pelaksanaannya antara atasan yang dalam hal ini bertindak sebagai penilai dapat melakukan suatu diskusi yang interaktif dengan karyawan yang dinilai untuk sama-sama menidentifikasikan dan meninjau kelemahan, kekuatan dan peluang bagi bagi karyawan itu sendiri dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan kerjanya.

Perencanaan Penilaian Kinerja (PPK) bagi suatu organisasi sangat penting, terutama apabila organisasi memiliki komitmen untuk berkembang dan mengembangkan karyawannya secara berjenjang dengan memeperhatikan titik-titik kritis dari setiap wilayah jenjang yang diproyeksikan. Perencanaan ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menunjukkan kinerja optimalnya berdasarkan arahan serta tuntutan kerja yang diharapkan oleh organisasi yang dalam hal ini bagian Sumber Daya Manusia sangatlh berperan penting.

Penilaian Kinerja pada akhirnya akan memberikan antara lain data dan gambaran berkenaan dengan :
- umpan balik dalam hal wilah kinerja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan
- identifikasi berkaitan dengan kebutuhan pelatihan bagi karyawan
- dokumentasi yang dapat pula digunakan sebagai dasar pemberian penghargaan, promosi
- diagnostik organisasi
- memfasilitasi komunikasi dua arah antara organisasi/atasan dengan para karyawan

RESENSI : Re-Code Your Change DNA



Judul Buku: Re-Code Your Change DNA
Pengarang:Rhenald Kasali
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama - Jakarta
Cetakan : Kedua, Februari 2007
Tebal : xviii + 264 halaman
Resensor : Muksin Wijaya

Buku dengan judul “Re-Code Your Change DNA” atau dapat kita terjemahkan sebagai “Mengubah DNA Pengubah” yang dikarang oleh Rhenald Kasali, seorang staf pengajar dan juga ketua Program Magister Universitas Indonesia ini, merupakan buku yang menguraikan lebih lanjut proses perubahan yang sudah dijabarkan di bukunya : ”Change! Manajemen Perubahan dan Harapan” yang diterbitkan pada Maret 2005. Dalam buku ini Rhenald Kasali mengulas tentang eksistensi dari perubahan dan bagaimana kita mensikapi perubahan tersebut dalam konteks bukan hanya kita merespon terhadap perubahan yang ada namun juga kepada bagaimana kita membentuk perubahan itu sendiri.
Banyak teori perubahan yang diajukkan, mulai dari Re-code individu , Re-code leader, Re-code pikiran, Re-code organisasi, sampai kepada Re-code the critical mass.

Istilah DNA yang dimaksudkan dalam buku ini sebetulnya bukanlah hal yang baru. DNA adalah sebuah unsur pembawa sifat yang berbentuk molekul yang menyimpan informasi tentang gen seseorang. Informasi itu disimpan dalam bentuk sandi berupa kode-kode genetik (hal 25).
Istilah Re-Code yang dimaksudkan Rhenald Kasali adalah pembentukan kembali kode unsur pembawa sifat , cara berpikir dan memimpin agar sesuai dengan kebutuhan zamannya baik dalam konteks individu ataupun keorganisasian.
Maka sangat tepat bahwasanya Rhenald Kasali memberikan judul ”Re-Code Your change DNA” pada bukunya ini.

Bab 3 merupakan bagian penting dan boleh dikatakan sebagai jiwa dari buku ini. Pertanyaan mendasar bagaimana kita merespon perubahan dan membentuk perubahan itu sendiri dijawab pada bab ini. Pada bab ini Rhenald Kasali memperkenalkan konsep sisfat-sifat dasar yang dapat membentuk seseorang sehingga ia mampu melihat dan bergerak melakukan perubahan dalam suatu akronim perubahan dengan nama OCEAN, yang pada dasarnya juga merupakan akronim dari segala jenis keterbukaan yang diperkenalkan tersebut, yaitu
1. Openness to experience, keterbukaan pikiran khususnya terhadap pengalaman dan hal-hal baru, hal-hal yang dialami dan dilihat dengan mata sendiri.
2. Conscientiousness, keterbukaan hati dan telinga. Penuh kesadaran mendengarkan, baik yang terdengar maupun yang dirasakan.
3. Extroversion, keterbukaan diri terhadap orang lain, kebersamaan dan hubungan-hubungan.
4. Agreeableness, keterbukaan terhadap kesepakatan, tidak mudah memilih konflik.
5. Neuroticism, keterbukaan terhadap tekanan-tekanan.
Kelima komponen pembentuk tersebut di atas merupakan benih yang baik untuk melakukan perubahan. (hal 66)

“Perubahan harus dimulai dengan adanya pemimpin atau pribadi yang memiliki Change DNA unggul, dan untuk itu mulailah melakukan Re-code Change DNA kita sendiri. “