Jumat, 29 Februari 2008

Mnemonic Techniques



Mnemonic Techniques to improve memory, memorization

Mnemonic techniques are more specific memory aids. Many are based on the general memory strategies that were presented earlier. Although it can be easiest to remember those things that you understand well, sometimes you must rely on rote memory. The following techniques can be used to facilitate such memorization.


1. ACRONYMS. You form acronyms by using each first letter from a group of words to form a new word. This is particularly useful when remembering words in a specified order. Acronyms are very common in ordinary language and in many fields. Some examples of common acronyms include NBA (National Basketball Associations), SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus), BTUs (British Thermal Units), and LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation). What other common acronyms can you think of? The memory techniques in this section, for example, can be rearranged to form the acronym "SCRAM" (Sentences/acrostics, Chunking, Rhymes & songs, Acronyms, and Method of loci).

2. SENTENCES/ACROSTICS. Like acronyms, you use the first letter of each word you are trying to remember. Instead of making a new word, though, you use the letters to make a sentence.

3. RHYMES & SONGS. Rhythm, repetition, melody, and rhyme can all aid memory. Are you familiar with Homer's Odyssey? If you are familiar with the book, then you know that it is quite long. That is why it is so remarkable to realize that this, along with many ancient Greek stories, was told by storytellers who would rely solely on their memories. The use of rhyme, rhythm, and repetition helped the storytellers remember them.

4. METHOD OF LOCI. This technique was used by ancient orators to remember speeches, and it combines the use of organization, visual memory, and association. Before using the technique, you must identify a common path that you walk. This can be the walk from your dorm to class, a walk around your house, whatever is familiar. What is essential is that you have a vivid visual memory of the path and objects along it. Once you have determined your path, imagine yourself walking along it, and identify specific landmarks that you will pass. For example, the first landmark on your walk to campus could be your dorm room, next may be the front of the residence hall, next a familiar statue you pass, etc. The number of landmarks you choose will depend on the number of things you want to remember.

5. CHUNKING. This is a technique generally used when remembering numbers, although the idea can be used for remembering other things as well. It is based on the idea that short-term memory is limited in the number of things that can be contained. A common rule is that a person can remember 7 (plus or minus 2) "items" in short-term memory. In other words, people can remember between 5 and 9 things at one time. You may notice that local telephone numbers have 7 digits. This is convenient because it is the average amount of numbers that a person can keep in his or her mind at one time.

6. PRACTICE MAKES PERFECT (or closer to it anyway): Okay, it may not be a mnemonic, but repeating is still a great memory aid. Remember the children's game "I'm going on a picnic and I'm bringing...." As each new object is added, the old objects are repeated. People can often remember a large number of objects this way. When remembering a list of things, you might try a similar concept. Once you are able to remember 5 items on your list without looking, add a 6th, repeat the whole list from the start, add a 7th, and so on. It can be quite intimidating to see long lists, passages, or equations that you are expected to commit to memory. Break up the information into small bits that you can learn, one step at a time, and you may be surprised at how easy it can be. You might even utilize grouping techniques, like those discussed earlier, to form meaningful groups that you can learn one at a time.

Kamis, 28 Februari 2008

Bandung Interest Place


Gedung Sate Bandung merupakan bangunan pertama yang menggunakan konstruksi beton bertulang, juga merupakan bangunan instansi pemerintahan Pusat Kolonial Belanda. Dinamakan Gedung Sate, karena ornamen atap berbentuk tusukan sate. Sekarang gedung ini dijadikan pusat pemerintahah Gubernur Jawa Barat. Dirancang dan dibangun pada tahun 1920, oleh arsitek J. Gerber.

Curug Omas terletak di lokasi wisata Maribaya, Lembang. Objek wisata ini menawarkan pesona air terjun dan keindahan alam di sekitarnya. Kesegaran udara langsung terasa begitu kita memasuki area objek wisata, tetapi bukan hanya suasana segar yang ditawarkan, Anda akan menjumpai air terjun setinggi 30 meter disana. Gemuruh air terjun terdengar dari area di sekitarnya, menggugah kita untuk mendekatinya.

Gunung Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Setelah memasuki area kawah putih, bukan rasa takut yang akan anda alami, tetapi anda pasti akan terpaku dan terpana begitu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana menakjubkannya genangan air yang berwarna putih disertai asap yang mengepul diatasnya. Warna air di danau kawah putih tidak selalu berwarna putih, terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu.

Setelah memasuki gerbang Situ Patengan, kita akan melewati perkebunan teh yang menghijau. Dan tidak jauh kedepan, kita akan melihat hamparan air yang sangat banyak dengan keindahan alam yang menawan. Kesegaran dan kesejukan menambah kenyamanan kita di area wisata Situ Patengan. Hamparan air yang luas, dengan sentuhan kabut tipis yang menggantung diatasnya, menambah indahnya suasana Situ (danau).

Rabu, 27 Februari 2008

Striving to Success


Sukses adalah akumulasi dari usaha-usaha kecil yang dilakukan terus-menerus. Orang-orang berhasil adalah orang-orang yang memiliki perbedaan. Mereka senantiasa mengambil langkah kedua, ketiga dan mungkin langkah keempat pada garis yang tidak terputuskan. Sedangkan orang awam, biasanya hanya mengambil langkah pertama lalu tidak melanjutkan perjalanannya. Padahal setiap langkah berikut yang diambil akan meningkatkan nilai langkah sebelumnya.
Tak ada jalan mudah untuk mencapai segala sesuatu. Lakukan satu hal pada suatu waktu, dan semua hal dalam kesuksesan. Keberhasilan tidak mendatangi kita, tapi kitalah yang harus menemuinya. Terserah kita sendiri apakah mau membuka pintu diri kita untuk suatu kesempatan. Kesempatan emas yang kita cari-cari berada di dalam diri kita sendiri. Tidak tergantung pada lingkungan kita, atau keberuntungan, semua itu ada di dalam diri kita sendiri.

Kita bisa memulainya di manapun kita berada setiap saat. Rumput di kejauhan mungkin tampak lebih hijau, namun kesempatan itu tepat berada dimana kita berada. Ketika kesempatan itu muncul, ambillah manfaat darinya. Kita tidak memerlukan lebih banyak kekuatan, atau lebih besar kemampuan, atau lebih luasnya kesempatan. Yang kita perlukan adalah menggunakan apa yang kita miliki sekarang. Belajarlah untuk menangkap peluang, yang selalu berada di sekeliling kita. Setiap situasi yang dipandang dengan baik adalah kesempatan.
Bayangkan kita berada di sebuah perjalanan panjang. Junjunglah visi sukses kita pribadi. Pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa kita tidak akan mengalami kegagalan bila kita mencobanya. Sukses adalah jalan yang disusun dengan keteguhan hati. Kesulitan senantiasa beserta kita hanya bila kita senantiasa berusaha. Kita memerlukan proses pertumbuhan yang bertahap. Keterburuan kita untuk meraih sukses adalah beban yang memberati perkembangan kita. Setiap langkah kecil yang membawa kita maju patut dihargai. Tak perlu kita sibuk mencari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas. Yang perlu kita amati adalah jalan lurus kita. Tak peduli bergelombang atau berbatu, selama kita yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah hadapi kenyataan.

Mungkin saja yang menjadi "polisi tidur" penghambat jalan keberhasilan kita adalah diri kita sendiri. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat kita menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dan sadarilah dengan hati-hati apakah kita merupakan sumber semua masalah tersebut.
Namun bagaimanapun, kita mungkin tidak mampu melakukan semua yang kita inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama. Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua hal saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Begitu kita mengetahui hal-hal mana yang akan kita kerjakan, kita harus memfokuskan diri pada apa yang benar-benar diperlukan untuk mengerjakannya. Susunlah rencana selangkah demi selangkah , apa dan kapan kita harus mengerjakan dan menuntaskannya.

Apa yang tertulis di atas kertas adalah sebuah rencana, sedangkan apa yang terpikir di kepala adalah sebuah mimpi. Beberapa orang segan untuk menuliskan rencana-rencana mereka. Menulis rencana di atas kertas merupakan langkah awal menuju kesuksesan dan pemenuhan hasrat seseorang. Tanpa rencana tertulis, kebanyakan orang akan memulai suatu hal namun segera perhatiannya akan teralihkan oleh banyak hal kecil yang muncul kemudian. Gejala pasti apabila kita dalam belenggu kesulitan adalah saat kita telah bekerja keras namun tidak jua mendekati titik sasaran. Hal ini sering terjadi juga pada orang-orang yang tidak mau menyusun rencananya secara tertulis. Agar kita dapat bergerak maju, kita harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan pada saat yang diperlukan pula. Penghalang jalan lain yang kita ciptakan sendiri adalah terlalu banyak memikirkan pilihan-pilihan sehingga membuat kita tidak melakukan apa-apa. "Saya bila melakukan A, B, atau C. Kalau begitu sebaiknya saya pikirkan baik-baik," begitulah angan-angan kita. Kemudian kita mulai merenungkannya, namun kita sama sekali tidak memutuskannya. Sebenarnya pada saat itu kita sudah melakukan sesuatu, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi coba tebak apa hasilnya? Bila kita tidak melakukan apa-apa maka hasilnya pun bukan apa-apa.
Pusatkan pada apa yang akan berhasil. Beberapa orang sangat pandai mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jangan melipatgandakan sesuatu yang akan berakibat negatif tetapi lipat gandakalah sesuatu yang positif. Berkonsentrasilah pada apa yang akan berjalan baik bagi kita, dan pada akhirnya restuilah segala usaha dan upaya kita dalam sebuah doa dan permohonan kepadaNya, dan yakinilah bahwa penyempurnaan usaha kita dan keberhasilan hanya dari pada-Nya semata.

Selasa, 26 Februari 2008

m-Business Evolution


Menurut Ravi Kalakota, dalam bukunya m-Business: The Race to Mobility, revolusi struktural diam-diam sudah terjadi di bidang ekonomi. Tahun 90-an, ketika jejaring nirkabel muncul, begitu banyak janji-janji yang diberikan, namun sebagian besar tidak terpenuhi. Kini, industri mobile Internet tumbuh lebih besar dari sebelumnya, berkat lima hal penting, yaitu: investasi infrastruktur yang besar, kemajuan piranti lunak, modal berlimpah sekalipun menghadapi masalah ekonomi, perhatian konsumen yang lebih besar, tuntutan yang semakin banyak akan bisnis secara real-time.

Ketika teknologi mobile berubah dari sekedar sebuah “mainan” menjadi tools, sikap para penggunanya juga berubah. Mereka tidak lagi sebagai early adopters, bahkan menuntut tersedianya aplikasi-aplikasi mobile. Mobilitas berarti fully portable, akses real-time ke sumber daya informasi dan tools yang sama.

Menurutnya, kalau kita melihat sejenak pertengahan dekade 90-an, kita telah melihat tiga perubahan besar struktural dalam waktu relatif singkat, yaitu: e-Commerce, e-Business dan m-Business.

Perubahan-perubahan struktural yang diakibatkan berdampak pada batas-batas sebuah enterprise. e-Commerce berpengaruh pada bagaimana perusahaan-perusahaan berinteraksi dengan para pelanggan mereka. e-Business berdampak terhadap supplier maupun karyawan. Namun, hampir seluruh aplikasi e-Commerce dan e-Business ini dirancang dan dikembangkan dengan asumsi akan digunakan oleh pengguna stasioner atau menetap, dengan infrastruktur yang terhubung kabel. Paradigma fixed e-commerce ini berevolusi dengan muncul dan meluasnya penerapan jejaring data nirkabel ke dalam m-Commerce, yang kemudian didukung dengan apa yang dinamakan m-Business.

m-Business adalah infrastruktur aplikasi yang dibutuhkan untuk mengelola hubungan bisnis dan menjual informasi, jasa dan komoditas dengan menggunakan perangkat mobile. Boleh dibilang, m-Business merupakan perpanjangan dari e-Business. Ketika kapabilitas mobile Internet semakin membaik, ia menjadi suatu cara akses yang paling nyaman terhadap layanan online, dan juga selalu tersedia (always on, always available).

Peluang utama penggunaan teknologi mobile lebih pada penyampaian layanan/produk kepada pelanggan, atau memobilisasi perusahaan dengan menyediakan akses terhadap informasi dan aplikasi, misalnya e-mail, kepada karyawan.

Peluang ini lazimnya berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, satu industri dengan industri lainnya. Timing investasi m-Business juga akan berbeda-beda, tergantung tujuan bisnis, kemapanan teknologi, dan yang terpenting, seberapa jauh kesiapan para penggunanya.

Nah, sekarang bagaimana bila sebuah perusahaan ingin terjun ke m-business?

Jumat, 22 Februari 2008

TQM in the educational context


Total Quality Management (TQM) is becoming increasingly used to describe a variety of different initiative in organizations. It refer to the systematic management of an organization's customer-supplier relationship in such a way as to ensure sustainable, steep-slope improvement in quality performance. The key word in TQM is Management, Quality performance does not occur by happenchance or accident, it occurs because it is designed into the way the organization works; it permeates all aspects of the organization. Total quality means what it says. All aspects of the organization have to be dedicated to the goal of achieving the highest possible standards of performance as required by their customers (internal or external), given the strategy they are pursuing. It is total, in that it affects all who work in the school and in that it affects all activities undertaken in the name of the school. This requires everyone associated with the school to understan their quality commitments and obligations and the goals they need to meet to make quality a reality. It requires the commitment of all employees to high performance and quality and the alignment of these staff, around challenging goals.
The customer-supplier relationships within the school and between the school and its consumer and provider stakeholders are the basic for all activities. If these processes and chain are managed weel, with a constant focus on high performance and improvement, then quality achievements follow. What is important here is that attention is given to the managing of processes, because processes produce outcomes. Far too much attention has been focused upon securing outcomes, no matter what the process looks like - yet it is process quality and effectiveness that leads to sustainable quality outcomes. Process here refer to the way in which people work to achieve results.

Kamis, 21 Februari 2008

Ketrampilan Berpikir Kritis : Bias



Untuk mengurangi bias, beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. Jangan tanyakan “Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?”, tapi tanyakanlah “Apa artinya ini?”

Jangan lakukan penilaian terlalu dini pada tahap pengumpulan informasi.
Anda harus sadar terhadap kekurangan anda sendiri dan orang lain dengan cara:
menerima bahwa setiap orang memiliki pemihakan di bawah sadar (pemihakan secara refleks) bersikap tanpa ego membuang pendapat semula anda jauh-jauh sadar bahwa setiap orang memiliki kelemahan masing-masing Gunakan metoda sokratis untuk mengevaluasi sebuah argumen dengan menanyakan pertanyaan terbuka. Sebagai contoh adalah:

Apa yang anda maksud dengan __________?
Bagaimana anda dapat berkesimpulan begitu?
Mengapa anda berpendapat bahwa itu adalah benar?
Dimana anda mendapatkan informasi tersebut?
Apa yang terjadi jika anda ternyata salah?
Dapatkah anda memberikan dua buah sumber yang tidak setuju dengan anda dan jelaskan mengapa?
Mengapa hal ini penting?
Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa anda mengatakan yang sebenarnya?
Apa penjelasan alternatif dari fenomena ini?